Pertaruhan AKAL TERORIS dan BANTAHAN SAHIH


Oleh : Abu Bakr Fahmi Abu Bakar Jawwas
Inilah beberapa penyelisihan mereka (para teroris) terhadap Al Qur’an dan As Sunnah
1. Bunuh diri
Allah Ta’ala berfirman di dalam kitabNya
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29:النساء)
artinya : “ dan janganlah kamu membunuh dirimu sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu “ (Qs. An-Nisa:29)
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68:الفرقان)
artinya: “ Dan orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alasan yang benar dan tidak berzina dan barang siapa yg melakukan demikian itu,niscaya dia mendapat pembalasan dosanya (Qs. Al-furqoon : 68 ).

Dan dihadits qudsi dari Jundub berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “ Suatu ketika ada seorang laki-laki yang telah terluka dan membunuh dirinya sendiri. Allah berkata : “ hambaku telah mendahuluiKu (mempercepat kematianya dan tIdAk bersabar sampai Aku mencabut ruhnya dengan tanpa sebab itu) maka aku haramkan baginya surga “ ( HR. Muslim dan lainya – lihat keterangan shohih muslim )
Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu berkata Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Barang siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam maka senjata tajam itu ditanganya menusuk-nusuk perutnya didalam neraka jahannam kekal didalamnya selama-selamanya dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan meminum racun maka dia akan meminumnya perlahan – lahan dengan rasa yang pedih didalam neraka jahannam kekal didalamnya selama-lamanya dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan menjatuhkan dirinya dari gunung maka dia akan jatuh dineraka jahannam kekal didalamnya selama-lamanya “ (HR. Bukhari dan Muslim dan lainya )
Dan diriwayat lain dari Tsabit Bin Dhohak berkata Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda : “ Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, maka Allah akan mengadzab denganya “ (HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi dan lainya)
2. Membunuh orang muslim yang berada ditempat kejadian
Allah Ta’ala berfirman
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا (93:النساء)
“ Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasanya ialah jahannam, kekal didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan adzab yg besar baginya “ ( Qs. An-Nisa : 93)
Allah subhanahu wata’ala berfirman
مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ (32:المائدة)
artinya: “ Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bani israil, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan sesungguhnya telah datang kepada rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan2 – keterangan yang jelas kemudian bahwasanya kebanyakan dari mereka setelah itu didunia benar-benar berlebih-lebihan “ (Qs. Al-Ma’idah : 32 )
Dari Abdullah Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘Anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Pertama kali yang dihitung/diadili pada hari kiamat diantara manusia adalah permasalahan darah “ (HR. Bukhari, Muslim dan lainya)
Dan juga dari Abdullah Bin Amr Bin Ash Radiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “ sungguh hilangnya dunia itu lebih ringan disisi Allah daripada dari pada terbunuhnya seoarang laki-laki muslim “ (HR. Tirmidzi, Baihaqi, Ibnu Majah dan lainya)
Dan juga dari Abdullah Ibnu Umar Radiyallahu ‘Anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda : “ Senantiasa seorang mu’min itu merasa dalam ketenangan (keluasan rahmat Allah -pent) semasih dia belum terkena darah yg diharamkan baginya (belum membunuh nyawa dengan tidak benar -pent) “ (HR. Bukhari, Ahmad, Baihaqi dan lainya)
3. Membunuh orang kafir yang mempunyai perjanjian
Allah Ta’ala berfirman didalam kitabNya
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُود(المائدة:1) ِ
artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu “ (Qs. Al-ma’idah :1)
Dan juga Allah Ta’ala berfirman pada ayat yang lain
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا(الاسراء:34)
artinya: “ Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu akan diminta pertanggungan jawabnya “ ( Qs. Al-Isra : 34 )
Dari Ibnu Umar Radiyallahu ‘Anhuma dan diriwayat lainya dari Abu Hurairah dan Abu Bakrah Radiyallahu ‘Anhuma dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Barangsiapa yang membunuh kafir mu’ahad (yang diberi perjanjian) maka dia tidak akan mencium harumnya surga dan sesungguhnya harumnya itu tercium dalam jarak perjalanan 40 tahun “ (HR Bukhari, Ibnu Majah, Ahmad dan lainya)
Dan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam bersabda : “ Tanda – tanda orang munafiq ada tiga (1)jika berbicara dia berdusta (2)dan jika dia berjanji dia mengingkari (3)dan jika dipercaya dia menghianati “ (HR. Bukhari, Muslim dan lainya)
4. Membunuh kafir yang diberi jaminan keamanan
Dari Abu Nadhr budaknya Umar Bin Ubaidillah berkata sesungguhnya Abu Murroh budaknya Ummu Haani’ Bintu Abu Thalib mengabarkan kepadanya bahwasanya dia mendengar Ummu Haani’ berkata aku telah pergi keRasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam ‘Aamul Fath (tahun pertolongan/kemenangan) maka aku mendapatkan beliau sedang mandi dan Fathimah anaknya menutupinya maka aku salam kepada beliau dan beliau berkata siapakah ini? maka aku berkata Ummu Haani’ binti Abi Thalib maka beliau berkata selamat atas kedatangan Ummu Haani’ maka ketika beliau selesai dari mandinya, beliau berdiri dan shalat 8 raka’at dengan berpakaian satu pakaian maka aku berkata wahai Rasulullah anak ibuku Ali Bin Abi Thalib ingin membunuh seseorang laki-laki fulan Ibnu Hubairah yang mana dia telah aku jamin maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “ Kami telah menjamin siapa yg kamu jamin wahai Ummu Haani’ “, (ummu haani’ berkata dan kejadian itu adalah waktu dhuha/pagi) “ (HR. Bukhari, Muslim dan lainya)
Dan dalam sebuah hadist lainnya dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda : “ Barang siapa yang memasuki rumahnya abu sufyan maka dia aman “ (HR. Muslim, Abu Dawud dan lainya).
Dan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhu berkata Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi wasallam bersabda : “ Jaminan/keamanan seorang muslim adalah satu (kata –pent), walaupun yang memberi jaminan itu lebih rendah derajatnya “ (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud Thayalisi dan Abu Ya’la) Maksud dari hadits ini Syaikh ‘Athiyah Saalim berkata : “ Didalam keterangannya dibulughul maram sesunguhnya jika terjadi seorang mu’min memberikan jaminan untuk seorang kafir sesungguhnya orang kafir itu diberikan jaminan keamanan walaupun yg memberikan keamanan itu adalah orang yang derajatnya lebih rendah seperti wanita “ (zainab anaknya rasulallah shallallahu Alaihi wasallam) dan juga kisahnya ummu haani bersama Ali bin Abi Thalib haditsnya telah lewat maka bagi muslim yang lain memberikan jaminan juga untuknya karena jaminan muslim itu sama satu lainya dan juga budak, umar bin khatab radiyallahu anhu ketika menjadi kholifah memberikan jaminan kepada orang yg dijamin oleh seorang budak”. Sekarang bagaimana dengan para pengebom itu??
5. Didalamnya terdapat, merusak harta kaum muslimin dan melanggar hak-hak kaum muslimin (harta, darah, kehormatan)
Seperti didalam hadits Abu Bakrah, Jabir dan lainya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “ Sesungguhnya darah kalian,harta kalian dan kehormatan kalian haram terhadap kalian dihari kalian ini (hari naher/hari penyembelihan,10dzul hijjah -pent) dinegeri kalian ini (mekkah-pent) dan dibulan kalian ini (dzul hijjah -pent) ” (HR. Bukhari, Nasa’i, Ahmad dan lainya)
6. Membuat keonaran dan kerusakan dimuka bumi ini
Padahal Allah Ta’ala berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون(55:النور)
Artinya: “ Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa,dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi Nya untuk mereka,dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka tetap beribadah kepada Ku dengan tiada mempersekutukan Ku dengan sesuatu apapun,dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah janji itu,maka mereka itulah orang-orang yg fasik “ (Qs. An-Nur : 55 )
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33:المائدة)
Artinya : ” Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya, dan yang membuat kerusakan dimuka bumi,hanyalah mereka dibunuh atau disalib,atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik,atau dibuang dari negeri( tempat kediaman )yg demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka didunia dan baginya diakhirat adzab yang pedih” ( Qs. Al-Ma’idah : 33 ).
Kenapa diayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan perbuatan merusak dibumi sebagai perbuatan yang memerangi Allah dan Rasulnya? karena perbuatan itu adalah memerangi keamanan/membuat keonaran,yang mana keamanan itu adalah tujuan/maksud Allah dan Rasulnya didalam menurunkan syari’ah ini, dan yang memerangi keamanan/sesuatu yang aman, adalah memerangi Allah dan Rasulnya, keamanan manusia adalah dari aman harta,darah dan kehormatanya seperti dihadits Abu Bakrah yang telah lewat.
Dan dari Khabab Bin Art Radhiallahu ‘Anhu berkata kita mengadu kepada Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan beliau menjadikan pakaiannya gumpalan berbentuk seperti bantal dinaungan ka’bah maka kami berkata apakah kamu tidak meminta pertolongan.kepada Allah untuk kami? apakah kamu tdk berdoa untuk kami? maka beliau bersabda : “Sungguh orang-orang yang mendahului kalian dibawa dan digalilah tanah untuknya dan dikuburlah ia dan didatangkan gergaji kepadanya dan dibelah kepalanya menjadi dua bagian dan disisirkan dengan sisir yang terbuat dari besi dan ditusukan diantara daging-daging dan tulang-tulangnya dan tidaklah yang demikian itu menghalanginya dari agamanya dan demi Allah sungguh Allah akan menyempurnakan agama ini sampai seorang musafir bepergian dari san’aa (ibukota yaman-pent) kehadramaudh tidak merasa takut kecuali kepada Allah dan takut akan ancaman rubah terhadap kambingnya tetapi kalian tergesa-gesa meminta pertolongan “ ( HR. Bukhori dishohihnya ) hadits ini menandakan tentang adanya keamanan dari permusuhan antara bagian dgn lainya

7. Menakut-nakuti orang mu’min,menyakiti mereka dan memberikan peluang orang-orang yang fasiq untuk memperolok-olok orang-orang yang beriman.

padahal Allah Subhanahu Wata’ala berfirman didalam Al Qur’an

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا (الأحزاب:58)

Artinya : “ Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat,maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yg nyata ( Al-Ahzab : 58 )

Dan juga Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda didalam hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata : Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam naik keatas mimbar dan beliau berseru dengan suara yang lantang maka beliau bersabda : “ Wahai golongan orang-orang yang selamat dengan lidahnya dan belum masuknya iman itu kehatinya janganlah kalian menyakiti orang-orang muslim (berserah diri-pent) dan jangan pula mencari-cari kesalahan/aib mereka, maka sesungguhnya barang siapa yg mencari-cari kesalahan/aib orang-orang muslim maka Allah Subhanahu Wata’ala akan mencari-cari kesalahan/aibnya dan barang siapa yang telah Allah Subhanahu Wata’ala cari kesalahan/aibnya maka Allah Subhanahu Wata’ala akan membuka aibnya walaupun berada dikediamannya” (HR tirmidzi dan ibnu hibban dishohihnya)

Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda sesungguhnya Allah Subhanallahu Wata’ala bersabda : “barangsiapa yang memusuhi waliku maka sungguh telah Aku syiarkan baginya peperangan,dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan dirinya kepadaku dengan sesuatu yg lebih Aku cintai dari apa-apa yg telah Aku wajibkan kepadanya dan senantiasa hambaKU mendekatkan diri kepadaKu dengan perkara-perkara yang sunnah sampai Aku mencintainya,maka jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengaranya yang mana dia mendengar denganya dan pandangannya yang mana dia memandang dengannya dan tanganya yang mana dia memukul dengannya dan kakinya yg mana dia berjalan dengannya ( berkata Imam Al-Manawi di Faidh Al-Qodier,maksud dari hadits ini adalah: “ orang ini Allah Subhanahu Wata’ala menjadikannya mempunyai kekuasan cintanya yang sangat sehingga dia tidak melihat,mendengar dan berbuat sesuatu kecuali apa-apa yang dicintai oleh Allah) dan jika dia meminta kepadaKu sungguh Aku akan memberikanya dan jika dia meminta perlindungan kepadaKU sungguh Aku akan melindunginya (HR Bukhari ) lihatlah apa yang mereka lakukan dengan tanpa ilmunya atau syahwatnya sehingga membuat permusuhan dengan Allah Subhanahu Wata’ala naudzu billah min dzalik.

Setelah penjelasan ini, dengan akal dan agama yang manakah mereka menganggap pengeboman itu sebagai jihad…!!!!,semoga para pengebom itu sadar akan penyimpangan mereka dari ajaran agama yang lurus ini,dan kembali kepada kitab dan sunnah dengan pemahaman salaf ummat ini bukan dengan pemahaman individu masing-masing kita,siapakah kita kalau dibandingkan dengan ulama – ulama yang terdahulu, ibadahnya, zuhudnya, wara’nya dan lainnya, mereka mengambil ilmu dan dididik diantara para imam, maka diwajibkan untuk kita bersyukur dengan adanya mereka yang menjaga agama ini dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman

وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ ( النمل : 40)

Artinya : “Dan barangsiapa yang besyukur sesungguhnya dia bersyukur untuk ( kebaikan )dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar , maka sesunguhnya Rabbku maha kaya lagi maha mulia “ ( Qs. An-Naml : 40)

Dan dihadits Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu dari Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Tidaklah bersyukur kepada Allah seseorang yang tidak bersyukur kepada manusia” ( HR Abu dawud,Tirmidzi dan baihaqi dan dishohihkan oleh Syaikh Albani )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: