Jenggot & Gamis Bukan Identitas Teroris


oleh : Abu ‘Amr Ahmad

Allah /Subhanahu wa Ta’ala /telah menurunkan syari’at Islam dengan
sempurna dan meliputi segala hal, berlaku untuk semua zaman, semua
tempat, dan dalam semua kondisi. Baik dalam bidang aqidah, ibadah,
akhlaq sopan santun, cara berpenampilan dan berpakaian, cara bermuamalah
antar sesama, dan banyak lagi. Semuanya telah lengkap dan sempurna.
Syari’at Islam ada yang bersifat batin/tidak tampak, ada pula yang
bersifat zhahir/tampak. Semuanya merupakan bagian dari syari’at Islam
yang harus diamalakan oleh setiap individu muslim. Syi’ar-syi’ar Islam
harus dihormati dan dijunjung tinggi.

Allah /Subhanahu wa Ta’ala /berfirman :

*ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ* [الحج/32]
/Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan
syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.
/*(Al-Hajj : 32)*
Di antara aturan syari’at Islam yang penuh rahmat ini adalah cara
berpenampilan. Islam telah memberikan ketentuan bagi kaum mukminin dan
mukminah dalam cara berpenampilan dan berpakaian.
Terkait dengan mukminin Rasulullah /shallallahu ‘alaihi wa sallam
/bersabda :
إزرة المسلم إلى نصف الساق ولا حرج أو لا جناح فيما بينه وبين الكعبين ما
كان أسفل من الكعبين فهو في النار من جر إزاره بطرا لم ينظر الله إليه
/(Batas panjang) pakaian /(sarung, gamis, celana)/ seorang muslim adalah
sampai pertengahan betis, dan tidak mengapa jika sampai antara
pertengahan betis dengan dua mata kaki. Kain yang (dipanjangkan sampai)
berada di bawah mata kaki maka itu di neraka. Barangsiapa yang
menjulurkan sarung (melebihi mata kaki) karena sombong maka Allah tidak
akan melihat kepadanya. /(*HR. Abu Dawud *4093).
Hadits ini menunjukkan bahwa cara berpakaian seorang muslim harus di
atas mata kaki, tidak boleh di bawah mata kaki. Ini ketentuan syari’at
Islam sekaligus ini merupakan ajaran junjungan kita Rasulullah
/shallallahu ‘alaihi wa sallam/. *Barangsiapa yang berani melanggar
ketentuan ini dengan sengaja maka* *dia diancam dengan neraka. Jika
melanggar aturan ini karena sombong, maka ancamannya lebih besar lagi.*
Seorang muslim yang cinta ajaran Nabinya, cinta agama Islam, tunduk dan
patuh kepada perintah Allah /‘Azza wa Jalla/, maka pasti dia akan
memperhatikan aturan syari’at Islam yang satu ini. Dengan tanpa malu
atau gengsi ia akan berpenampilan dengan pakaian (sarung, gamis, celana)
di atas mata kaki atau setengah betis.
Rasulullah /shallallahu ‘alaihi wa sallam /adalah seorang yang
berjenggot lebat dan berambut tebal. Ini merupakan teladan dari beliau
dalam berpenampilan. Bahkan Rasulullah /shallallahu ‘alaihi wa sallam
/memerintahkan umatnya untuk berjenggot. Beliau bersabda :
« قصوا الشوارب وأعفوا اللحى خالفوا المشركين »
/Potonglah kumis-kumis (kalian) dan panjangkanlah jenggot-jenggot
(kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum musyrikin.
/(*Muttafaqun ‘alaihi)*
Beliau /Shallallahu ‘alaihi wa Sallam / juga bersabda :
« جزوا الشوارب وأرخوا اللحى خالفوا المجوس »
/Pangkaslah kumis-kumis (kalian) dan biarkan panjang jenggot-jenggot
(kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum majusi. /(*Muttafaqun
‘alaihi)*
*Hadits di atas menunjukkan kewajiban memanjangkan jenggot sekaligus
menunjukkan haram menggunting atau mencukur jenggot*. Ini adalah
perintah dan larangan langsung dari Rasulullah /shallallahu ‘alaihi wa
sallam/.
Demikian juga, Islam sebagai syari’at yang lengkap dan sempurna, pembawa
rahmat bagi alam semesta, sangat menghargai dan menjaga kehormatan kaum
wanita. Jangan sampai mereka menjadi mangsa pihak-pihak tidak
bertanggungjawab. Di antara bentuk penjagaan Islam terhadap kaum wanita
adalah mereka diwajibkan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh aurat
mereka, mulai dari rambut, leher, tengkuk, dada, punggung, kaki, dan
seluruh anggota tubuh mereka. Perintah ini Allah tegaskan dalam
Al-Qur`an pada surat An-Nur : 31 dan surat Al-Ahzab : 59. Sebagai
generasi yang taat, tunduk, dan patuh kepada perintah Allah dan
Rasul-Nya para istri Nabi dan para shahabiyyah segera melaksanakan
perintah tersebut. Islam mempersyarakatkan baju yang dikenakan tersebut
harus menutupi seluruh tubuh, lebar, tidak ketat atau transparan, tidak
berwarna mencolok atau menarik, dan beberapa kriteria lainnya.
Termasuk yang juga harus ditutup oleh kaum wanita adalah wajah. Ibunda
kaum mukminin, ‘Aisyah /radhiyallahu’anha/ mengatakan :
“Para pengendara (laki-laki) melewati kami, ketika kami (para wanita)
berhaji bersama-sama Rasulullah /shallallahu‘alaihi wa sallam/. Maka
ketika mereka (para pengendara laki-laki tersebut) telah dekat,
*masing-masing kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi
wajahnya*. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.”
(*HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah *dan lain-lain).
Beberapa ketentuan terkait penampilan dan pakaian di atas merupakan
ketentuan syari’at Islam dan merupakan ajaran Nabi /shallallahu ‘alaihi
wa sallam/. Tentu saja itu menjadi ciri khas bagi kaum muslimin yang
taat menjalankan ajaran syari’at, cinta kepada bimbingan Nabinya
Muhammad /shallallahu ‘alaihi wa sallam/. *Penampilan Islami tersebut
merupakan ciri-ciri orang yang bertaqwa, ciri orang yang shalih, ciri
orang yang taat dan cinta pada agama Islam. *
Penampilan Islami di atas bukan bikinan kelompok/golongan atau bangsa
tertentu, bukan pula ciri khas kelompok atau bangsa tertentu, bukan pula
sekedar adat kebiasan masyarakat, bangsa, atau kelompok tertentu. Tapi
merupakan aturan syariat Islam, merupakan ketentuan yang berasal dari
wahyu Allah /Subhanahu wa Ta’ala/, yang diajarkan dan disampaikan oleh
Nabi Muhammad /shallallahu ‘alaihi wa sallam/.
Sungguh musibah telah menimpa kaum muslimin. Setelah kaum teroris –
khawarij mencoreng Islam dan kaum muslimin, mencemarkan nama harum
jihad, mereka juga mencemarkan syiar-syiar Islam. Sebagian kaum teroris
– khawarij tersebut ternyata menampakkan atribut-atribut Islami di atas,
bahkan mereka jadikan atribut Islami tersebut sebagai sarana untuk
penyamaran dan melarikan diri!!
Maka timbullah stigma di masyarakat bahwa orang-orang berjenggot,
bergamis, bercelana di atas mata kaki, atau istri bercadar berarti
adalah teroris, atau sepaham/sealiran dengan teroris, atau minimalnya
pro teroris sehingga harus dicurigai dan diselidiki. Sungguh jahat para
teroris – khawarij tersebut, akibat ulah mereka syiar Islam yang mulia
menjadi tercitrakan jelek.
Yang sangat disesalkan adalah justru sebagaian kaum muslimin sendiri
menjadi benci terhadap jenggot, gamis, cadar, dll serta ikutan-ikutan
menaruh curiga kepada setiap orang yang mengenakannya. Maka suasana ini
dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membenci syariat Islam, untuk kembali
menghembuskan isu bahwa *jenggot, gamis, cadar, dll bukan bagian dari
Islam, itu hanya adat arab badui, atau merupakan ciri-ciri kelompok
garis keras. *Sungguh keyakinan demikian telah menginjak-injak syari’at
Islam, dan disadari maupun tidak merupakan pengingkaran terhadap
sebagian ajaran Islam. Yang lebih disesalkan adalah justru stigma
negatif di atas juga disuarakan oleh orang-orang yang selama ini
dianggap sebagai tokoh Islam, atau cendekiawan muslim. Sungguh
komentar-komentar mereka tidak memberikan solusi, tapi malah membuat
suasana semakin keruh
Sikap sebagian kaum muslimin yang menaruh curiga terhadap segala atribut
Islami di atas – bahkan di beberapa daerah sampai pada tindakan main
hakim sendiri – bukanlah solusi untuk memberantas terorisme. *Justru
hal itu menunjukkan ketidakpahaman umat terhadap hakekat terorisme, di
sisi lain menunjukkan betapa rapuhnya aqidah umat sehingga sangat mudah
dikendalikan oleh media massa dan tokoh-tokoh yang tidak jelas.*
Terorisme – Khawarij muncul karena kecintaan yang besar terhadap Islam
dan semangat memperjuangkan Islam, namun keluar dari metode yang benar
dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Terorisme yang muncul sekarang sebenarnya berakar dan merupakan
kelanjutan dari paham sesat /khawarij/.
Untuk membentengi membentengi diri kita, keluarga kita, anak-anak kita,
lingkungan dan masyarakat kita dari paham sesat /khawarij /maka umat
Islam harus kembali *merujuk kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah di bawah
bimbingan para ‘ulama yang meniti jejak para salafush shalih (para
shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in).*
Segala problem yang menimpa kaum muslimin tidak akan tercabut kecuali
jika kaum muslimin mau kembali kepada ajaran agama mereka. Tidak akan
menjadi baik kondisi umat di akhir zaman ini kecuali dengan sesuatu yang
telah menjadikan baik generasi awal Islam, yaitu *berpegang kepada
Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan prinsip pemahaman yang benar, yaitu
metode pemahaman para salafush shalih *(para shahabat, tabi’in dan
tabi’ut tabi’in)*. *
Diarsipkan di bawah: Menyikap Terorisme
SITUS RESMI MEREKA ADALAH TERORIS is based on WordPress

Ditulis dalam Islam Al Haq. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Jenggot & Gamis Bukan Identitas Teroris”

  1. sasa Says:

    salafi ketiak thogut


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: