Hukum Mendatangi Dukun


Barang siapa yang mendatangi dukun,lantas dia bertanya tentang sesuatu kemudian membenarkan apa yang di ucapkan dukun tersebut, tidaklah di terima shalatnya selama 40 malam (HR. Muslim no. 2231, tanpa lafadz ~membenarkan~. Tambahan lafadz tersebut tertera dalam hadist yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya, 4/28, 5/380)

Perinciannya :

1. Semata-mata bertanya, maka yang seperti ini haram hukumnya, berdasarkan sabda Nabi SAW diatas.
2. Bertanya lalu membenarkan apa2 yang dikatakan oleh dukun tersebut. Yang seperti ini menyebabkan pelakunya kufur lantaran dia membenarkan berita ghaib dan mendustakan Al-Quran, yaitu “Katakanlah : ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’. (An-Naml:65)
3. Pertanyaan yang di ajukan kepada dukun dalam rangka menguji dukun tersebut, apakah dia seorang yang jujur atau pendusta, bukan dalam rangka mengambil faedah darinya. Yang semisal ini tidak mengapa dan tidak masuk dalam kategori hadist di atas. Nabi SAW pernah bertanya kepada Ibnu Shayyad:’apakah yang aku sembunyikan darimu?’ Jawab Ibnu Shayyad:’asap’. Kata Nabi SAW: ‘diamlah. Maka, sekali-kali kamu tidak akan melampaui (apa yang telah Allah SWT) takdirkan padamu’. (HR. Al-Bukhari no.3055).
4. Bertanya dalam rangka menampakkan kelemahan dan kedustaan dukun. Ini di uji dengan perkara-perkara yang akan memperjelas bahwa dia adalah lemah dan dusta. Yang demikian ini di tuntut, bahkan bisa menjadi wajib hukumnya. Sebab bisa menunjukkan kebatilan perkataannya. (Al-Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid, hal. 341)
5. dalam lafadz di atas, di nyatakan bahwa shalatnya tidak di terima selama 40 hari, tetapi bukan berarti hukum shalat wajib yang ada padanya gugur, shalat wajib yang lima waktu tetap di laksanakan sebagaimana mestinya sesuai hokum asal shalat wajib. Jika dia tidak melaksanakan shalat wajib 5 waktu tersebut dengan alas an isi lafadz hadist di atas maka dia melakukan dua kesalahan sekaligus. Insya Allah
6. Baarokallahufiikum
Sumber:Majalah Asy-Syariah Vol.V/No.52/1430H/2009…Artikel Manhaji:Dukun Sahabat setan,Hal.8…Kecuali catatan no.5 adalah tambahan penjelasan dari penulis sendiri, mengambil dari faedah ta’lim umum selama belajar pada Ust.Abdul Azis As-salafy dan beberapa asatidza lainnya yang pernah di ikuti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: